Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

AQIQAH

Gambar
AQIQAH   Dalam bukunya "Hukum Qurban, Aqiqah dan Sembelihan", KH. Abdurrahman memaparkan bahwa di sebagian kalangan ada yang menimbang rambut bayi itu dengan emas, maksudnya adalah agar lebih banyak lagi sedekahnya. Karena dalam hal bersedekah, lebih banyak adalah lebih baik. Upacara pemotongan rambut akan dilanjutkan dengan prosesi pemberian nama bayi. Islam menganjurkan agar diberikan nama yang sebaik-baiknya. Dan, jika perlu pemberian nama ini diumumkan kepada masyarakat sekitar. Pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama Muhammad. Sebagaimana sabda beliau, Dari Jabir RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku." (HR Bukhari dan Muslim) Perihal pemberian nama anak ini, terdapat sejumlah nash syar'i yang menyatakan bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama. Ibnu Al-Qoyyim berkata, ...

TIPS MEMBUAT RAMEN

Gambar
  TIPS MEMBUAT RAMEN      Paket Aqiqah Pandeglang Sobang     Ramen atau ramen adalah hidangan Jepang yang populer di seluruh dunia. Ini didasarkan pada kaldu yang kaya, mie dan berbagai aditif: daging, telur, sayuran, dan rempah-rempah. Hari ini kami akan mengungkap rahasia membuat ramen yang sempurna di rumah dan membagikan resep favorit kami.Ada ratusan jenis ramen: hampir setiap daerah di Jepang memiliki versi masakan ini sendiri. Tapi tetap saja, ada beberapa aturan umum utama yang dipersiapkan. AIR KALDU  Kaldu ramen bisa dibuat dari tulang hewan dan burung (Kambing, ayam, sapi), ikan segar, atau bahan yang lebih ringan - rumput laut, makanan laut kering, sayuran, jamur. Berbagai bumbu aromatik ditambahkan ke kaldu: bawang merah, bawang putih, jahe atau jamur kering. Secara tradisional, kaldu juga dibedakan berdasarkan rasanya: Sio adalah kaldu dengan garam. Ringan dan hampir tembus cahaya. Shoyu adalah kaldu dengan kecap Jepang. Bergantung pada...

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM AQIQAH

Gambar
  Pertama : Kalangan Hambali dan Maliki, berpendapat bahwa yang bertanggungjawab atas syariat aqiqah sesuai dengan khitab hadits yang telah disebutkan diatas, yaitu orang tua laki – laki, sang ayah. Dikuatkan kembali oleh pendapat imam Ahmad ketika ditanya mengenai seseorang yang belum diaqiqahkan oleh ayahnya bagaimana hukumnya, beliau menjawab : kewajiban itu atas ayahnya.   Kedua : Jika si anak memiliki harta dan mampu melakukannya sendiri, maka dia yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Akan tetapi jika tidak mampu dan masih memiliki ayah, maka ayahnya yang tanggungjawab. Sementara jika ia tidak mampu dan tidak lagi memiliki ayah, maka kewajibannya bagi sang ibu. Sebagaimana pendapat Ibnu Hazm adhzahiri. Ketiga : Yang berhak mengaqiqahkan anak, adalah mereka yang bertanggungjawab dalam memberi nafkah atas kehidupan sehari – harinya ( wali ). Tidak mesti orang tua. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw, yang mengaqiqahkan cucu beliau Hasan dan Husein. Karena menu...